Penjaga Cinta Ibu Pertiwi

Posted on 24 Juli 2010 by blackcoffee.
Categories: Feature.

pelabuhan-beacukai1
sumber: flickr
Diceritakan, pada suatu waktu terdapatlah sebuah kota tua bernama Lapak-lapak. Kota ini berada dalam lintasan menuju kota industri di seberangnya. Pada masanya, kota tua itu sangat terkenal dengan masyarakatnya yang begitu dinamis. Keindahan kota yang berada di atas lembah pegunungan, membuat semua orang sangat senang melintasi tempat ini. Keindahan senjakala kota ini, menciptakan romantisme dan membawa kenangan mendalam bagi orang-orang yang sempat singgah serta melewatinya untuk kembali datang…

Tak hanya pebisnis yang sekadar beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan menuju kota industri, banyak juga para pelancong yang sengaja menikmati keindahan kota Lapak-lapak. Untuk memfasilitasi para wisatawan ini, tumbuh suburlah pusat oleh-oleh, jajanan, penginapan, rumah makan, jasa angkutan, salon otomotif dan lain-lain di kota tersebut.

Perputaran roda perekonomian kota ini membawa dampak lain. Arus lalu lintas menuju Lapak-lapak, menjadi kurang nyaman karena sering membuat antrian panjang kendaraan dari dalam dan luar kota. Hal ini diperparah pada ruas-ruas tertentu, beberapa warga melakukan pungutan yang tidak bertanggungjawab. Tak hanya warganya, oknum di pemerintahan kota pun memanfaatkan peluang berkembangnya kota Lapak-lapak ini. Tindakan-tindakan ilegal dilakukan demi “melicinkan” usaha para investor yang ingin berinvestasi di kota tersebut. Bila pengusaha-pengusaha luar itu “manut” maka lancarlah distribusi barang ke kota itu. Dan hal ini menjalar pada sistem, mekanisme, dan prosedur yang kian rumit dan saling bertentangan serta bikin repot banyak orang.

Antrian kendaraan yang makin parah, membuat pemerintah pusat akhirnya mengadakan proyek pembukaan tol lintas kota yang memotong jalan langsung menuju kota industri tanpa melalui Lapak-lapak.
Akses yang lebih cepat, jalan yang lebih mulus, akhirnya membuat para pebisnis bahkan konsumer yang biasa mengambil jalur Lapak-lapak sebelum menuju kota industri, kini lebih memilih melalui tol. Apalagi ditambah menjamurnya base-base pada setiap kilometer tertentu sebagai sarana para pengendara beristirahat, lengkap dengan toko-toko yang menawarkan oleh-oleh, rumah makan, jajanan bahkan ruang istirahat yang bersih dan modern. Berkilo-kilo meter jalan tol tersebut, telah menarik investasi dan lalulintas perdagangan. Dari billboard sampai dengan galery-galery usaha di base-base tersebut.
Kota Lapak-lapak yang sangat potensial itu pun lambat laun denyutnya melemah. Ia hanya dilewati oleh segelintir orang untuk sekadar membuka memori kenangan masa lalu. Atau pengguna jalan rute pendek. Pusat oleh-oleh, jajanan hingga penginapan, makin sepi pengunjung.
Kondisi ini menggugah semangat seorang pemuda untuk kembali menghidupkan kota kelahirannya itu. Ia melakukan gerilya dengan menjalin komunikasi dengan para tetua untuk menghimpun informasi tentang potensi kota. Ia pun menyemangati pemuda-pemuda lainnya untuk kembali membangun kotanya menjadi kota yang potensial bagi para wisatawan, mengundang para investor dan menjadikan penduduknya makmur kembali. Sistem dan prosedur yang transaparan, pemerintahan yang bermartabat dan bertanggungjawab, dan kota yang dipenuhi dengan keterbukaan, menjadi harapan si pemuda tersebut.

Tak mudah memang membangun kota yang terlanjur tua dengan pengelolaan yang amburadul. Tapi dengan semangat, perlahan semua beranjak membaik. Saat akhirnya si pemuda berhasil membawa kotanya kembali berdenyut dan ia menjadi pemimpin di kota itu, ia terus melakukan promosi tentang kotanya. Setiap kunjungan dan pertemuan dengan kota-kota bahkan negara lain, dijadikannya peluang untuk mempromosikan kotanya. “Kota saya kota gaul, ibarat kata Anda punya barang, saya sediakan toko. Anda ingin punya toko, saya sediakan lahan. Anda punya modal untuk kedua-duanya, saya bisa undang orang untuk datang. Sumber daya alam kota saya kaya. Butuh sumberdaya manusia, dijamin tak kurang. Anda sejahtera, masyarakat saya juga sejahtera. Lalu, apa yang membuat Anda ragu-ragu untuk berinvestasi
Distribusi bahan baku untuk perusahaan yang Anda bangun di sana, Anda juga bisa percayakan. Saya memiliki instansi bea cukai yang kredibel dan percayalah saya punya masyarakat yang terbuka.”

Cerita di atas sekadar intermezzo. Bea cukai memang laiknya penjaga lau lintas. Ia yang menjaga harmonisasi apa yang masuk dan keluar untuk dan dari negerinya. Dari Ditjen Bea dan Cukai, untuk pengamanan wilayah kepabeanan terwujud. Semakin efektif instansi ini, bergerak pulalah roda perekonomian.
Tak bisa disangkal bea cukai berperan penting bagi keamanan masyarakat Indonesia dan pengamanan penerimaan negara. Di jaman pemberlakuan zona perdagangan bebas (FTZ) atau komunitas ekonomi wilayah, tentu saja pengawasan dan keamanan yang efektif akan berdampak positif pada aktivitas ekonomi dan terjaminnya ketenangan masyarakat atas apa yang mereka konsumsi. Menjaga wilayah kepabeanan tentu menuntut personel yang berada on the trust track dan profesional, didukung dengan birokrasi yang efektif dan efesien.
Bea Cukai adalah cerminan cinta ibu pertiwi. Ia menjaga konsumsi masyarakatnya dengan sesuatu yang baik. Dan ia pun menjaga apa yang dihasilkan oleh masyarakat dapat membawa manfaat bagi negeri orang. Betapa tugas yang sangat mulia! Sebagi instansi “gaul” di masyarakat dunia, bea cukai perlu didukung untuk semakin profesional dan memenuhi standar-standar pengelolaan yang dipercaya masyarakat internasional.

Karena itu, saya sebagai bagian dari masyarakat di wilayah Indonesia sangat mendukung keberadaan bea cukai yang sangat concern terhadap kebaikan dan profesionalisme. Mendorong terus birokrasi yang telah dilakukan selama ini, menjadi birokrasi dengan tatanan yang on the track. Hingga akhirnya tract record bea cukai Indonesia menjadi terpandang di belahan dunia.
Bea cukai, titip mata dan hati kami untuk Negeri ini. Berbuatlah yang terbaik. Janganlah pandang Negara ini, bila ia mengecewakanmu. Tapi pandanglah kami, yang menjadi pengguna dari apa yang kau salurkan di pasar-pasat tempat kami berjaul beli. Bila ia terjamin dengan baik, maka engkau telah banyak berbuat baik bagi semua keluarga Indonesia.
Sukses bea dan cukai!***


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?
Share and Enjoy:
  • Digg
  • Sphinn
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Mixx
  • Google

11 comments.



Comment on Agustus 18th, 2010.

Selamat ya mas, telah menjadi juara favorit lomba blog bea & cukai.

  bisot
Comment on Agustus 18th, 2010.

selamat, sudah memenangkan lomba di http://flobamora.org/

  ciecoen
Comment on Agustus 20th, 2010.

selamat yaa… :)nice posting… ;)

  bisot
Comment on Agustus 24th, 2010.

mas sehubungan dgn lomba blog flobamora, tolong alamat pengiriman hadiah dan nomor rekening di kirim via email ke tuteh.pharmantara@gmail.com

terimakasih

  blackcoffee
Comment on Agustus 25th, 2010.

sudah ku email ya. makasih banyak sebelumnya…

  blackcoffee
Comment on Agustus 25th, 2010.

Makasih juga untuk all blogger atas ucapannya… smga menjadi blogger yang terus bersemangat…

Comment on Nopember 20th, 2010.

sukses selalu

  blackcoffee
Comment on Nopember 26th, 2010.

terimakasih kang… mudahan effort yang dilakukan juga membawa kebaikan…

  blackcoffee
Comment on Nopember 26th, 2010.

terimakasih kang… semoga usaha yang dilakukan juga membawa kebaikan untuk semua…

Comment on Desember 8th, 2011.

nbsp;blackcoffee.blogdetik.com is very informative site
nokia N8 giveaway

Comment on Desember 12th, 2011.

i love blackcoffee.blogdetik.com !!
synthol freaks

Leave a comment

Names and email addresses are required (email addresses aren't displayed), url's are optional.

Comments may contain the following xhtml tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>